Kandungan Clostridium Botulinum atau Botulinum Toxin dalam madu

| February 17, 2014 | 2 Comments

Kandungan Clostridium Botulinum atau Botulinum Toxin dalam madu

by: Royal Jelly – Madu Kita

          Menurut Dr. Arianti Widodo, SpA, Kandungan Clostridium Botulinum atau Botulinum Toxin dalam madu memiliki efek yang berpotensi merusak tubuh anak di usia bayi. Senyawa tersebut berperan melumpuhkan otot-otot dan memiliki efek botoks untuk menghilangkan kerutan di wajah. Anak usia satu tahun ke bawah belum memiliki kemampuan yang baik untuk merespons senyawa ini sehingga dapat menyebabkan kejang otot, seperti otot paru-paru.”Madu lebih baik dikonsumsi anak berusia di atas dua tahun, karena sistem kekebalan tubuh mereka sudah lebih kuat dibanding anak yang berumur di bawah satu tahun,” kata Arianti, dalam sebuah diskusi tumbuh kembang anak ‘Family’s Day Out’, di Jakarta.

National Institutes of Health merekomendasikan agar mengonsumsi madu yang telah dipasteurisasi untuk mencegah efek buruk. Terutama untuk anak usia satu tahun ke bawah, karena efek alergi bisa sangat serius. Berdasarkan peringatan dari Food Standards Agency (FSA), madu mengandung spora botulisme yang bisa menyebabkan penyakit serius bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan pada anak. Sebab, anak-anak di bawah usia satu tahun umumnya tidak memiliki kemampuan untuk melawannya.

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Tetapi makanan alamiah ini menjadi turun kualitas dan kuatitasnya apabila bayi bertambah besar. Umumnya ASI dibantu dengan pemberian susu sapi. Berbagai macam zat pemanis telah digunakan agar susu sapi mendekati kebutuhan bayi. Gula yang paling sering digunakan adalah glukosa dan dextrimaltosa.

Beberapa hasil penyelidikan bahwa madu yang lebih dikenal mahal oleh masyarakat daripada glukosa, ternyata masih lebih murah dari pada dextrimaltosa dan lebih bermanfaat daripada kedua jenis gula ini untuk memodifikasi susu sapi.

Sekarang banyak ibu yang tidak mampu menyusui bayi mereka karena sesuatu hal, hal ini memberatkan beban para dokter karena mau tak mau harus mempersiapkan berbagai macam bentuk diet yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Beberapa bayi yang sakit dan masih lemah membutuhkan penanganan yang teramat teliti. Beberapa bayi alergi terhadap makanan tertentu sementara yang lainnya bisa dan bahkan mengkonsumsi apa saja yang diberikan padanya. Perbedaan toleransi ini menimbulkan problema yang kadang sulit teratasi.

Artikel bersumber dari : High Desert Jakarta

Artikel yang berhubungan :

 

Tags: , ,

Category: Royal Jelly - Madu KIta

About the Author ()

Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

Sites That Link to this Post

  1. high desert x fit | Madu Kita | Madu Kita | February 18, 2014
  2. high desert yearling classic | Madu Kita | Madu Kita | February 18, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *