Manfaat madu sebagai antibiotik penyakit diabetes

| February 26, 2014 | 0 Comments

Manfaat madu sebagai antibiotik penyakit diabetes

by : Bee Propolis – Madu High Desert

Amankah Semua Madu Bagi Penderita Diabetes

Memang tidak ada yang mau memiliki penyakit dalam tubuhnya. Tetapi, jika disuruh memilih satu saja penyakit, pasti semua orang akan menempatkan sakit Diabetes di urutan terakhir, setelah stroke. Mengapa? Tidak enak! Ya, memiliki sakit Diabetes memang sangat menyiksa, terutama jika dihubungkan dengan pola makan yang dibatasi dan harus hati-hati memilih memilah.

  • Penderita diabetes acap kali harus “berhitung” bila mereka ingin makan penganan manis yang berasal dari gula atau sukrosa. Sebab, penambahan gula ke dalam tubuh akan membuat kadar gulangya meningkat karena tidak adanya atau sedikitnya insulin dalam darah.
  • Banyak referensi yang menuliskan bahwa pemberian madu dapat menjadi salah satu solusi pemberian rasa manis pada makanan atau minuman bagi penderiata diabetes. Tetapi, di lain sisi, ada beberapa pihak yang meragukan pernyataan itu. Nah, coba kita telaah lebih dalam mengenai peran madu, terutama HDI Clover Honey, bagi para penderia diabetes (Diabetesi).

Manfaat Madu.
Setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,5751 kg susu, atau 1,680 kg daging. Madu memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan. Khasiat madu sangat berkaitan dengan kandungan gulanya yang tinggi yakni fluktosa 41%, glukosa 35% dan sukrosa 1,9%.

Kadar protein dalam madu sendiri relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun, kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non esensial. Serta unsur kandungan lainnya seperti tepung sari ditambah berbagai enzim pencernakan. Belum lagi vitamin yang terdapat dalam madu beragam antara lain vitamin B1, B2, B3, B6 dan vitamin C

Madu dan mineral.
Mineral yang terkandung dalam madu : Kalium, natrium, Kalsium, Magnesium, /besi, ?tembaga, Fosfor dan sulfur, meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral pada madu mendekati yang terdapat dalam darah manusia. madu juga mengandung zat antibiotik dimana kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu

Madu dan Antibiotik
Mau mengandung zat anti-biotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit. Ada 4 faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibiotik pada madu yaitu:

Kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tidak dapat hidup dan berkembang
    Tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3,65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut mati.
    Kandungan senyawa radikal hidrogen pe-riksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen.
    Kandungan senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. yang telah terindentifikasi antara lain seperti polyphenol, flafonoid dan glikosida

Madu dan Penyakit Infeksi.
Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat “ditolong” dan dihambat dengan mengonsumsi madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran pencernaan, penyakit kulit, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), batuk dan demam, penyakit jantung, hati dan paru, penyakit penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga dan syaraf. Madu juga dapat mengobati luka infeksi setelah operasi, borok, obat untuk terapi pasca operasi pasien kanker vulva, luka jahitan dan pencangkokan kulit. Sebagai obat luka, madu mampu menyerap air pada luka, sehingga mencegah infeksi dan memperbaiki jaringan dengan cepat. Madu menembus luka dalam sehingga juga membantu pembentukan butiran jaringan baru.

Artikel bersumber dari : High Desert Jakarta

Artikel yang berhubungan :

Tags: , ,

Category: Bee Propolis - Madu High Desert, Madu HD Jakarta - ado

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *